Gerakan Menanam 1 Juta Pohon Matoa dan Produktif Lainnya
Nanga Pinoh, 22 April 2025
Kementerian Agama RI laksanakan Lounching Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa dan Tanaman Produktif lainnya serentak di seluruh wilayah NKRI. MTsN 2 Melawi turut aktif melakukan penanaman pohon di lingkungan madarasah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Melawi sebagai penyedia bibit pohon, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Melawi, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Gerakan ini dalam rangka memperingati Hari Bumi atau Earth Day diperingati setiap 22 April sejak dicetuskan oleh Gaylord Nelson, senator junior dari Wisconsin, pada 1970. Hal ini merupakan aksi nyata dari salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu Ekoteologi. Ekoteologi merupakan konsep yang membahas tentang inter-relasi antara pandangan teologis-filosofis yang terkandung dalam ajaran agama dengan alam, khususnya lingkungan.
Jumlah bibit tanaman diperoleh dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Kab. Melawi sebanyak 40 bibit pohon campuran seperti jengkol, rambutan, langsat, meranti merah, tebelian, sedangkan dari partisipasi siswa, guru dan staf madrasah sebanyak 20 pohon matoa, dan 25 dari jenis campuran pohon produktif seperti Nangka, mangga, durian, pisang, pucuk merah, sawo, kelengkeng dan kelapa.
"Menanam pohon di lingkungan madrasah memberikan banyak manfaat, baik bagi lingkungan itu sendiri maupun bagi siswa dan guru. Manfaat utama meliputi peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon dioksida, pengurangan risiko banjir, peningkatan keindahan lingkungan, dan bahkan manfaat psikologis bagi siswa sehingga dapat meningkatkan semangat belajar mengajar." Jelas Wiwik Setiyorini, selaku kepala MTsN 2 Melawi.
(admin)
MTSN 2 Melawi