KETAATAN NABI ISMAIL SEBAGAI INSPIRASI ANAK DI ERA DIGITAL
Nanga Pinoh, 12 Mei 2025
Laju perkembangan teknologi hampir tak terelakan lagi. Era sekarang sudah memasuki era 4.0, yang tidak lama lagi akan segera beralih ke era 5.0 dalam kemajuan teknologi. Era ini ditandai dengan terjadinya transformasi digital dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Hal ini yang dapat mengubah pola interaksi menjadi tanpa batas antar manusia di berbagai penjuru dunia dalam waktu yang amat singkat, bahkan dapat meretas batas menjadi jarak yang sangat dekat.
Transformasi digital juga dapat mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku manusia. Manusia menjadi mendapatkan beragam fasilitas yang membuat hidup terasa makin mudah, efesiensi, dan juga efektif. Transformasi digital selain mendatangkan hal yang positif juga dapat mendatangkan hal negatif atau dalam istilah lain mendatangkan kemudaratan bagi penggunanya. Generasi saat ini sangat dekat dengan transformasi digital, generasi yang telah berinteraksi dengan teknologi dari sejak lahir. Tak ayal bila teknologi sangat memengaruhi kehidupan generasi ini. Akan tetapi, generasi ini dapat juga dikatakan sebagai generasi produktif karena mempunyai potensi besar untuk dapat ditumbuhkembangkan menjadi sumber daya manusia yang unggul dalam mewujudkan Indonesia maju.
Untuk menjadi sumber daya manusia atau generasi yang unggul diperlukan sosok yang dapat menjadi inspirasi. Untuk membentuk generasi atau sumber daya manusia yang unggul dapat kita ambil dari kisah Nabi Ismail a.s. Sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk taat kepada Allah Swt, kepada Rasul, dan kepada kedua orang tua. Dalam satu riwayat hadis Nabi Muhammad saw mengatakan, “Ridhollahi fi Ridhol Walidain wa Sukhtullah fi Sukhtill Walidain” yang artinya ridanya Allah Swt terletak pada ridanya orang tua demikian sebaliknya murkanya Allh Swt terletak pada murkanya orang tua. Dalam hal ini ketaatan anak terhadap orang tua dapat mencontoh teladan ketaatan Nabi Ismail a.s. kepada kedua orang tua ketika Nabi Ismail a.a dengan rela dan ikhlas mengikuti perintah orangtua yakni Nabi Ibrahim a.s yang juga taat kepada dari perintah Allah Swt.
Namun, fenomena yang banyak kita hadapi saat ini dan sering terjadi adalah anak-anak tidak peduli lagi dengan orangtuanya, yang dekat menjadi jauh dan mungkin yang jauh semakin jauh. Hal ini salah satu dari efek transformasi digital dan lajunya kemajuan teknologi, yang membuat anak lebih terfokus pada kecanggihan teknologi, menjadi tugas kita bersama selaku orangtua dapat membekali generasi saat ini dengan pendidikan agama, suri tauladan yang baik dari kisah inspiratif para nabi terkhusus Nabi Ismail a.s sebagai contoh ketaatan anak terhadap orangtua. Dengan memahami teladan yang baik mereka dapat menjadi generasi yang berakhlak karimah dan menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan.
(Penulis,Wiwik Setiyorini)
MTSN 2 Melawi